Sertifikat Puri Asri 3 Jonggol SHGB

Kenapa Rumah Subsidi Puri Asri 3 Jonggol Sertifikat nya SHGB ?

Kenapa Sertifikat Puri Asri 3 Jonggol SHGB ? Pasti di benak para calon penghuni rumah bertanya-tanya, Kenapa Sertifikat Rumah Subsidi Puri Asri 3 Jonggol SHGB ? terutama bagi masyarakat awam, dan Mungkin juga anda sekilas pernah mendengar, Pemerintah membuat kebijakan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) final atas penjualan tanah dan bangunan non-subsidi, dari 5 persen menjadi 2,5 persen.

Kenapa Rumah Subsidi Puri Asri 3 Jonggol Sertifikat nya SHGB

Sertifikat Puri Asri 3 Jonggol SHGB

Kebijakan ini berlaku untuk rumah komersil atau non subsdi dan untuk rumah subsidi Sertifikat Puri Asri 3 Jonggol SHGB, atau sebelumnya ada Puri Asri 1 Cileungsi, Puri Asri 2 Cileungsi dikenakan tarif 1 persen dan berhak atas fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) begitu juga perumahan subsidi lainnya, dan semua itu sudah di atur oleh Menteri Keuangan.

Beberapa tahun belakangan ini pemerintah sangat focus sekali untuk membuka program rumah murah/bersubsidi PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pun di gandengnya untuk pembiayaan Perumahan Subsidi ini. Perumahan bersubsidi yang dikenal juga dengan istilah Rumah Tapak atau Rumah Sederhana merupakan perumahan yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Harga perumahan bersubsidi dibatasi oleh pemerintah. Untuk saat ini yang di tawarkan Puri Asri 3 Jonggol hanya kisaran Rp. 170jutaan saja kenapa Sertifikat Puri Asri 3 Jonggol SHGB bisa ditingkatkan menjadi SHM pada saat Akad dan di dampingi oleh pihak notaris serta di kenakan biaya di luar dari Proses Pengajuan KPR sebesar 1,5jutan. Tidak hanya itu, pembelinya pun dibatasi dengan melihat penghasilan calon pembeli Rumah Subsdi, yang tentunya menyasar calon pembeli yang berpenghasilan rendah sebagai targetnya.

Puri Asri 3 Jonggol Tahap awal hanya mematok DP Rp. 5 juta bersih

Penjualan rumah bersubsidi dengan skema FLPP ini menawarkan Down Payment (DP) dengan nilai nomimal rupiah yang kecil, yang pastinya cukup terjangkau, di Puri Asri 3 Jonggol Tahap awal hanya mematok DP Rp. 5 Jutaan sampai Serah terima Kunci, dengan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang lebih rendah jika dibandingkan dengan perumahan menengah ke atas atau kredit komersil lainnya. Selain itu, pemberian diskon tarif BPHTB, adanya subsidi terhadap biaya pembangunan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) dan juga fasilitas bebas PPN semakin membuat banyak calon pembeli Rumah Puri Asri 3 Jonggol tertarik memiliki rumah di sini, contohnya saja di Puri Asri 2 Cileungsi 1200 Unit rumah Habis terjual hanya dalam kurun waktu dua tahun saja.

Baik, kita kembai ke Pembahasan awal, Kenapa Rumah Subsidi Puri Asri 3 Jonggol Sertifikat nya SHGB ?

Jika diruntut dari awal, Terdapat perbedaan sudut pandang yang menjurus kepada perbedaan pemahaman terkait penerapan tarif dalam aturan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang antara pihak Perpajakan Negara dan Pengembang, dikarenakan banyak pengembang belum mengerti, dan belum mau menaati sepenuhnya aturan yang (sebenarnya) cukup jelas. Jika dibiarkan, hal tersebut dikhawatirkan akan memunculkan persepsi di masyarakat awam

(baca: Terbaru Periode 2021-2022 Puri Asri 3 Cileungsi – Jonggol)

bahwa urusan mereka dipersulit oleh kantor pajak.

Seperti telah diketahui bersama, bukti kepemilikan dari penjualan rumah bersubsidi oleh pengembang tidak dalam bentuk Sertifikat Hak Milik (SHM), melainkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Dalam hal ini, pengembang merupakan badan hukum yang berbentuk PT (Perusahaan Terbatas). sesuai dengan kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang membuat aturan bahwa pengembang yang ingin mengerjakan rumah subsidi dari pemerintah harus terdaftar dalam Sistem Registrasi Pengembang (Sireng) yang mana mensyaratkan setiap pengembang harus berbadan hukum dan ikut dalam asosiasi pengusaha pengembang, karena asosiasi-asosiasi tersebut nantinya yang akan melakukan verifikasi terkait ada dan tidaknya proyek pembangunan rumah. Tujuan lainnya agar pembuatan rumah subsidi bisa terpantau dengan baik, termasuk pantauan kerusakan lingkungan

(baca: APAKAH LOKASI Perumahan Puri Asri 3 Jonggol BEBAS BANJIR ?).

Karena PT. Graha Carina Sejati sebagai pengembang adalah Badan Hukum, maka tidak diperbolehkan memiliki tanah dengan status SHM, walaupun pada awalnya, pengembang membeli tanah dengan status SHM dari masyarakat. Pada saat proses, developer yang membeli tanah dari masyarakat dengan status SHM harus menurunkan dulu sertifikatnya menjadi SHGB, baru dilakukan jual beli dan balik nama ke atas nama pengembang. kemudian developer menjual rumah dengan status SHGB kepada calon pembeli Rumah.

Yang sering terjadi, pengembang menjual rumah subsidi dengan memakai nama pengurus kepada calon pembeli rumah bersubsidi agar pembeli rumah nantinya dapat memiliki rumah tersebut dengan status kepemilikan SHM, yang merupakan hak terkuat dan terpenuh yang dapat dimiliki seseorang atas tanah. Jika hal itu dilakukan, maka tarif pajak yang dikenakan adalah 2,5 persen, tidak dapat menggunakan tarif 1 persen walaupun yang dijual adalah rumah bersubsidi.

Alasan utama tidak menjual atas nama developer, disebutkan dalam pertemuan yang sudah-sudah, dikarenakan status kepemilikan yang dijelaskan sebelumnya. Alasan lainnya yang sering dikemukakan pengembang adalah tidak mau merepotkan calon pembeli yang harus meningkatkan lagi status kepemilikan dari SHGB menjadi SHM.

Kesimpulan :

Apabila anda ingin memiliki Rumah Subsidi Puri Asri 3 Jonggol, jangan khawatir anda akan mendapatkan sertifikat SHGB pada saat lunas nanti kedepannya, karena sudah di jelaskan di atas, atau sebagai pilihan lain anda bisa meningkatkan menadi SHM pada saat Akad dengan notaris dengan biaya sangat terjangkau. Mari Miliki Segera Rumah Subsidi Puri Asri 3 Jonggol, Promo dan unit terbatas, SEGERA !! mumpung masih ada program subsidi

Hubungi Team Marketing Kami

Jayawan Property – 081293042869

Tinggalkan komentar